Suatu hari ketika sedang libur kerja di sela-sela aktivitas WHV, saya mencari-cari aktivitas seru di Darwin. Setelah beberapa saat menyusuri Tripadvisor, saya pun tertarik untuk mengunjungi Museum and Art Gallery of Northern Territory (MAGNT). Apalagi kebetulan ada exhibition yang menarik perhatian saya, Between The Moon and The Stars. Sebagai seorang astronomy lover, saya pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

Bagaimana Caranya Ke MAGNT?

MAGNT terletak di Conacher Street. Dari tempat saya tinggal di daerah CBD, sebenarnya tidak terlalu jauh; hanya sekitar 3km. Seharusnya saya bisa saja bersepeda ke sana, namun karena gembok sepeda yang saya pesan belum sampai, akhirnya saya memutuskan naik bus.

Biasanya, orang-orang pergi ke MAGNT melalui beberapa pilihan rute bus.

  • Bus No 6, rute yang paling enak karena bus turun langsung di depan MAGNT. Hanya saja jumlah busnya sedikit sehingga jeda antar jam lumayan lama.
  • Bus No 4, rute terenak kedua karena perjalanan dari halte terdekat (East Point Road) sekitar 600m. Jumlah bus juga sebenarnya tidak terlalu banyak.
  • Bus No 10, bus ini jumlahnya paling banyak di Darwin. Jadi andai ketinggalan pun tidak perlu menunggu lama untuk bus selanjutnya. Hanya saja, jarak dari halte terdekat (Nylander Street) cukup jauh sekitar 1,1km.

Pada hari itu saya memilih opsi kedua karena bus nomor 4 merupakan bus pertama yang sampai ketika saya sedang menunggu di halte. Setelah sampai di MAGNT, saya pun memasuki pintu dan disambut di bagian informasi. Saya sebenarnya hanya ingin memasuki satu exhibition saja, tapi berhubung ada dua exhibition lain yang gratis juga, jadi sekalian deh.😜

Between The Moon and The Stars

Kita akan disambut dengan ini

Seharusnya saya paham kalau ini adalah museum seni, jadi hampir bisa dipastikan kalau exhibition Between The Moon And The Stars ini bukanlah sebuah pameran sains dengan segala pernak pernik IPTEK-nya. Tapi tetap saja saya terkejut dengan banyaknya karya seni yang terhubung dengan bulan dan bintang. Saya pribadi pun, walau awalnya canggung, lambat laun terhanyut dan menikmati pameran ini.

Banyak peristiwa yang berkaitan dengan bulan dan bintang digambarkan dengan menarik melalui karya seni pameran ini. Mulai dari sejarah suku Aborigin yang menggunakan gugus bintang, perang dingin Rusia dan Amerika Serikat untuk menguasai luar angkasa, pendaratan pertama di bulan, kontroversi dana negara untuk penelitian luar angkasa, dan masih banyak lagi.

Transformations

Exhibition kedua yang saya kunjungi adalah Transformations. Tempat ini juga tidak kalah seru karena menjelaskan tentang linimasa tata surya kita dari awal hingga saat ini. Tempat ini menitikberatkan pada flora dan fauna, khususnya yang berada di daerah Northern Territory.

Cyclone Tracy

Cyclone Tracy Gallery

Pada malam Natal tahun 1974, Cyclone Tracy menghantam Darwin. Cyclone Tracy merupakan cyclone tropis terkecil kedua yang pernah tercatat. Berbanding terbalik dengan ukurannya, umumnya semakin kecil cyclone maka semakin kencang kecepatan angin yang menyertainya. Dengan kecepatan lebih dari 200 km per jam, Cyclone Tracy menewaskan 71 orang dan meratakan 70% bangunan di Darwin dengan tanah.

Exhibition ini menjadi penanda peristiwa bersejarah tersebut. Salah satu booth yang paling menarik adalah sound booth. Sound booth ini memperdengarkan rekaman suara saat Cyclone Tracy melintasi kota Darwin. Lumayan seram sih kalau masuk ke booth ini, ditambah dengan ruangan gelap dan sempit.

Is It Worth It?

Wah, dengan biaya A$ 0 (alias gratis) sih saya bisa bilang ini worth it sekali. Apalagi selama di Indonesia, saya jarang sekali mampir ke museum. Bisa dibilang pengalaman baru untuk saya juga. 😅
Exhibition bisa berbeda setiap waktunya, oleh karena itu kamu wajib mengetahui jadwal terbaru yang tertulis di situs resmi Museum and Art Gallery of Northern Territory.